sa`at pak rt ulang tahun di buat kan karikatur yang seperti ini.
Rabu, 10 Maret 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
karikatur politik indonesia
Selasa, 09 Februari 2010
Polisi Periksa Proyek Fiktif

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Mapolresta Parepare langsung menanggapi temuan Bawasda Parepare terkait adanya indikasi kerugian negara senilai ratusan juta rupiah pada tahun anggaran 2008 yang dikelola Bagian Kesra Pemkot Parepare.
Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Agustinus mengatakan, pihaknya tengah mempelajari dan mengumpulkan sejumlah bukti terkait sejumlah proyek di Bagian Kesra Pemkot Parepare.
Berdasarkan pengakuan Kepala Bawasda Parepare Hatta Buroncong, sejumlah kegiatan yang dikelola Bagian Kesra Pemkot Parepare, diketahui tidak terealisasi. Total anggaran proyek tersebut mencapai Rp321 juta pada APBD 2008.
"Masih dalam tingkat penyelidikan polisi terkait apakah ada kerugian negara atau tidak. Kalau ditemukan indikasi kuat, kita akan memanggil sejumlah pihak yang terkait" singkat Agustinus.
Diketahui, beberapa waktu lalu Bawasda Parepare telah melakukan audit di Bagian Kesra Pemkot Parepare dan menemukan indikasi kerugian negara senilai ratusan juta rupiah pada tahun anggaran 2008.
Proyek tersebut antara lain kegiatan pemeliharaan WC umum di Lapangan Andi Makkasau senilai Rp10 juta, dan pemeliharaan sarana panjat tebing di tempat yang sama, senilai Rp21 juta.
Nilai total kegiatan tersebut senilai Rp31 juta. Bukan itu saja, kegiatan pemeliharaan Lapangan Andi Makkasau senilai Rp40 juta, pembinaan pengawasan napza senilai Rp125 juta, dan dana pembinaan pengawasan HIV/AIDS Rp125 juta, juga ditemukan bermasalah.
Hatta Buroncong mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga kegiatan tersebut. "Pekan depan diusahakan rampung," pungkas dia.
Terpisah, Kepala Seksi Evaluasi Dan Pelaporan Bawasda Parepare Baharuddin Tahir menambahkan, dua kegiatan fisik di Bagian Kesra yakni pemeliharaan WC dan pemeliharaan panjat tebing diketahui diberikan kepada rekanan pelaksana.
Saat dimintai keterangan oleh Bawasda, rekanan pelaksana menyebutkan bahwa pemeliharaan WC berupa pengecatan atap dan perbaikan lantai sudah selesai.
Sementara sarana panjat tebing juga sudah dilakukan pengecatan rangka dan perbaikan paving blok. "Jelasnya, ada temuan setelah melihat kondisi di lapangan. Hasil temuan ini selanjutnya kita laporkan kepada walikota," kata Baharuddin.
PERNAH JAJAL DRAG 201
Diposkan oleh .aRTndre. di 10:32 0 komentar



Tertarik buat main adu kebut di 500 meter? Coba dulu temui Suzuki Shogun SP125 milik Diaz, racikan Herman Pieters yang dijuluki ‘Lanjutkan'. Kiprah motor yang punya warna biru, macam warna dominan Partai Demokrat pimpinan SBY yang jadi pemenang Pemilu Presiden 2009 ini, belum terkalahkan di trek setengah kilometer. Apa rahasia racikannya? Lanjutkan!
"Rahasia apa? Wah, gak pake rahasia segala tuh. Kita buka-bukaan aja yuk," tantang Herman yang juga pemilik workshop Man's Speed di Jl. Masjid, No. 16, Jati Kramat, Jakarta Timur. Untuk bermain di trek itu, Herman menaruh kuncian di part dari Suzuki Shogun 125 terbaru alias Shogun FL. Ada beberapa part yang diandalkan untuk jadi kuncian. Yaitu, noken-as dan bandul kruk-as.3405shogun--axl-2.jpg
Biar makin lengkap, bahas mulai dari bagian mesin atas dulu yak! Agar noken-as mantap memutar klep gambot ukuran 33 mm/ 28,5 mm merek INT, durasi kem dibikin jadi 278º untuk klep isap. Sedang klep buang alias ex, dibikin jadi 279º. Nah, lagi-lagi, yang dipakai noken-as alias kem milik Shogun FL. Kenapa begitu, "Karena kem Shogun FL punya lift yang lebih tinggi dari Shogun SP. Shogun FL liftnya 2,2 mm lebih tinggi ketimbang SP," bilang pria 26 tahun ini.
Dengan begitu jarak main klep bisa lebih jauh membuka dong. Semburan yang masuk ke ruang bakar Kuncianpun jadi lebih mantap. Makin oke lagi, naik-turun batang klep juga diatur kekerasannya oleh per klep buatan Ahon merek SMS.
3406shogun--axl-3.jpgKatanya, per ini lebih oke dari per klep Jepang yang biasa dipakai buat road race. "Mungkin soal kekerasan per enggak jauh beda. Tapi enaknya karena per ini juga lebih tinggi 2,5 mm. Jadi enggak perlu ganjal pakai ring lagi," timpal ayah dua putri ini.
Itu bagian mesin atas! Lanjut ke bagian blok silinder dan kruk-as. Biar power makin besar, langkah bore up dilakukan. Kini, blok Shogun dijejali piston 65,5 mm milik Honda Tiger oversize 200.
Belum cukup sampai situ, langkah stroke up juga dilakukan. Pakai pen stroke 5 mm merek Kawahara, setang seher tetap pakai milik Shogun SP. Kini, stroke bertambah 10 mm naik-turun. So, kapasitas silinder sekarang jadi bengkak ke 219,5 cc.
Oh ya! Ketika naik stroke, bandul kruk-as diganti pakai milik Shogun FL. "Itu karena bandul ini lebih ringan meski tebalnya hampir sama dengan Shogun FL," bilang Herman.
Dengan pakai bandul milik FL, kini putaran kruk-as jadi lebih ringan. Pastinya, power dan torsi mudah diraih. Tapi karena ringan, makanya permainan dibatasi di 500 meter aja. Itupun sudah pakai gir 16/ 30 mata lho.
PERNAH JAJAL DRAG 201
Asal tahu aja, Suzuki Shogun 125 milik Diaz ini pernah juga buat coba turun di arena kebut lurus resmi 201 meter di Sirkuit Sentul. Tapi sayang, akibat liarnya power yang dihasilkan 'Lanjutkan', sang joki kurang mampu meredam liarnya entakan. "Dari gigi satu hingga gigi tiga, motor ogah dikendalikan. Hampir-hampir, nabrak lampu start," bilang Herman yang senang naik Suzuki Skywave 125 ini.
Bisa liar githu, lantaran Herman mengadopsi rasio rapat alias close ratio yang diset untuk Shogun FL. Part itu dibawanya langsung dari Thailand ketika doi berkunjung ke Negeri Gajah Putih beberapa waktu lalu. Oh ya! Dengan liar dan kurang terkendalinya handling saat tes di 201 meter, catatan waktu yang dihasilkan sabet 8,4 detik. "Akhirnya cuma sanggup juara kedua, tuh," aku Herman lagi.
DATA MODIFIKASI
Ban : HUT 60/90-17
CDI : Rextor (Pro-Drag)
Pelek : Ride IT 1,20 X 17
Spuyer : 122/65
Man's Speed : (021) 91083295
Diposkan oleh .aRTndre. di 10:02 0 komentar



